Dia diam saja, pasif nun jauh di Kota Medan sana. Kita yang aktif mencari dan berupaya menemukan. Mengapa saya mengajaknya bergabung sebagai Kepala Badan? Sebab yang saya pahami bahwa persoalan pendidikan saat itu adalah mutu. Saya kira, persoalan pendidikan harus dikembalikan kepada orang pendidikan, dan bukan setiap orang dari universitas boleh menjadi menteri pendidikan, apalagi menyangkut penjaminan mutu, namun harus memiliki latar belakang pendidikan. Jadi, sebenarnya, penunjukan beliau menjadi Kepala Badan pada saat itu turut memikul beban dan tanggungjawab saya yang cukup berat, terutama menyoal peningkatan kualitas pendidikan di tanah air. Ngapain juga sekolah kalau ngak ada mutunya. Bukankah itu sama saja dengan tidak bersekolah. Jadi intinya, ada akses ke sekolah, terjangkau, dan bermutu. Disinilah peran Pak Syawal Gultom itu yakni memastikan sekolah yang bermutu.
Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional, 2009–2014.
Gagasan brilian membangun kualitas pendidikan di Tanah Air sudah dibuktikan melalui Kurikulum-13 (K-13) sebagai “corner stone” yang saintifik dan dielaborasi secara vertikal dan horizontal. Ia adalah aktor intelektual di balik kurikulum itu, bahkan pelatih dan instruktur utama pemasyarakatan di hadapan guru-guru di Tanah Air. Bagi saya, pencapaian kurikulum yang diimplementasi secara nasional itu adalah “prestasi akademik yang patut dibanggakan dan diteladani” khususnya dalam membangun kualitas pendidikan bangsa.
Baharuddin, Rektor Universitas Negeri Medan, 2023–2027
Sepanjang pengetahuan saya, beliau seorang yang amat cerdas, disiplin, bijak, dan energik, serta selalu tampil berwibawa. Beliau memiliki banyak kelebihan, sebuah motivasi dan inspirasi yang pantas di teladani. Sejak kuliah, ia memang pekerja keras yang harus kuliah dan bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk adik-adiknya yang diboyong dari kampung ke Kota Medan.
Martina Restuati, Wakil Rektor II, 2019–2023
Bagaimana membangun sumberdaya manusia sehingga mampu memberi solusi terhadap masalah pendidikan berdasarkan masa lalu dan kini, serta bagaimana dunia pendidikan negeri ini di masa depan, Syawal Gultom selalu memprediksi dengan tepat sasaran. Sungguh, visionaritas yang menunjukkan bahwa beliau seorang pembelajar tangguh dan selalu mengikuti perkembangan pendidikan di Indonesia dan dunia internasional. Hal ini membuat beliau paham betul arah dan tujuan pembangunan pendidikan itu sendiri.
Bornok Sinaga, Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, 2024–2028